Asphalt Bangun Sarana

Tanggung jawab sosial Perusahaan

'Penghijauan' CSR di Aceh, Indonesia

PT. Aspal Bangun Sarana (ABS), bersama-sama dengan anak perusahaannya, PT Reka Cipta Saranaraya (SRC), telah melakukan 'Penghijauan' Program CSR di Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam).

The CSR program aims at conveying integrated organic farming concept know how to the local communities nearby ABS terminal, where the communities are still on struggle for their economic empowerment, post tsunami in 2004

Program CSR bertujuan menyampaikan konsep pertanian terpadu organik mengetahui bagaimana masyarakat lokal di dekat terminal ABS, dimana masyarakat masih pada perjuangan untuk pemberdayaan ekonomi tsunami mereka, pasca tahun 2004.

Program CSR juga mencakup sumbangan beberapa mesin untuk pengawetan makanan organik, kompos dan tujuan pengolahan pestisida organik.

Dengan program CSR, roda ekonomi masyarakat sekitar terminal aspal bisa kami tekan, melalui pembinaan berkesinambungan / pengawasan dari para ahli, memang secara jangka panjang dari hubungan timbal balik dengan masyarakat lokal, usaha yang sejalan dengan visi ABS yang berkelanjutan di Aceh.

Expedisi Lengguru

Sejalan dengan kegiatan usaha, memperhatikan situasi disekitarnya selalu menarik untuk ABS. Salah satunya IRD (Institut de Recherche pour le Developpment) kegiatan, yang dikenal sebagai ekspedisi Lengguru di Provinsi Papua Barat pada tahun 2010 (Keanekaragaman Hayati & Akuakultur) adalah salah satu tujuan ABS untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Ekspedisi itu sendiri telah mengidentifikasi keanekaragaman biotop dibeberapa karst besar pada daerah air tawar, di mana setidaknya 3 spesies ikan pelangi Papua (Melanotaenia Mairasi) diidentifikasi selama ekspedisi.

Tujuan utama ekspedisi adalah:

  • Inventarisasi zoologi keanekaragaman hayati, terutama ikan pelangi dan samar-samar dari ikan lain sebagai salah satu ikan ekonomis penting serta model penelitian multi disiplin pengetahuan dasar dan aplikatif.
  • Interaksi studi antara evolusi karst dan evolusi keanekaragaman hayati, baik permukaan dan bawah tanah.
  • Zoologi fosil studi dan catatan analisis peradaban pra sejarah di daerah Kaimana, yang diyakini sebagai persimpangan bio-geografi.

Gempa Bumi di Sumatra 2009

Pada tanggal 30 Desember 2009, sebuah gempa kuat & bencana 7,6 Magnitude melanda Indonesia di Provinsi Sumatera Barat di mana lebih dari 1.000 orang tewas.

Kedua ABS & SRC membantu pembiayaan dua (2) bulan misi Handicap International di Padang (Sumatera, Indonesia). Proyek ini difokuskan pada rehabilitasi fisik dengan dua (2) tujuan utama:

  • memastikan kehadiran senior P&O di lapangan serta mengambil tindakan untuk alat bantu dan memberikan perawatan yang berkualitas.
  • menyediakan Peralatan yang disesuaikan untuk membantu korban gempa serta bantuan-bantuan Mobilitas.